Fish

Brain

Brain

Selasa, 24 Februari 2009

Konsep Sehat dan Sakit



Content
Definisi dan Konsep Sehat
Dimensi Kesehatan
Definisi dan Konsep Sakit
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Sakit

KONSEP SEHAT DAN SAKIT
“Seseorang baru akan memikirkan kesehatannya bila tidak sehat”.



Sehat bagi masyarakat umum berarti ‘tidak sakit’.

Definisi dan Konsep Sehat
Kesehatan didefinisikan sebagai kesehatan badan, rohani (mental) dan sosial, dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. (UU No. 9/1960 RI : Pokok-pokok Kesehatan Bab I, pasal 2)
WHO mendefinisikan sehat sebagai status kenyamanan menyeluruh dari jasmani, mental dan sosial, dan bukan hanya tidak ada penyakit atau kecacatan.
Sehat adalah tidak hanya sehat dalam arti fisik, psikologis, dan sosial, tetapi sehat dalam arti spiritual / agama. (Empat dimensi sehat : bio – psiko – sosio – spiritual ) (WHO, 1984)



Seseorang dikatakan sehat apabila ia memiliki tubuh jasmaniah yang sehat, tidak berpenyakit, gizi yang baik, psike (mental) rukhaniyah yang tenang, tidak gelisah, mempunyai kedudukan sosial yang baik, mempunyai kehidupan dan rumah berlindung, serta dihargai sebagai manusia (WHO,1984)
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial, yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU RI No. 23 /1992)


Seedhouse cit. Mansfield (1977):
Kesehatan seseorang sebagai dasar untuk mencapai potensi realistiknya sehingga memungkinkan seseorang untuk melaksanakan potensi yang dimilikinya.
Potensi individual kebutuhan kesehatan tiap individu berbeda.

Dimensi Kesehatan
Kesehatan Jasmani
Kemampuan mekanistik dari tubuh.
Merupakan definisi yang dapat ditelaah secara langsung atau memiliki dimensi yang paling nyata
Kesehatan Mental
Kemampuan berpikir dengan jernih dan koheren.

Suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang, dimana perkembangan tsb berjalan selaras dengan keadaan orang lain
(UU No 3 : Kesehatan Jiwa)

Kesehatan Emosional/Afektif
Kemampuan mengenal emosi dan mengekspresikan emosi tersebut secara tepat

Bentuk emosi: takut, nikmat, duka, marah, dsb

Afektif berupa penanganan stres, ketegangan jiwa, depresi dan kecemasan
Kesehatan Spiritual
Kemampuan seseorang dalam mencapai kedamaian hati
Berkaitan dengan kepercayaan dan praktek keagamaan
Berisi prinsip-prinsip normal tingkah laku  perbuatan baik secara pribadi


Kesehatan Sosial
Kemampuan untuk membuat dan mempertahankan hubungan dengan orang lain.
Perilaku kehidupan dalam masyarakat.
Kemampuan untuk memelihara dan memajukan kehidupan pribadi dan keluarganya sehingga memungkinkan bekerja, beristirahat dan menikmati hiburan pada waktunya (UU No 9: pasal 3).


Kesehatan Sosietal
Kondisi kesehatan individu yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat yaitu terpenuhinya kebutuhan dasar dan kebutuhan emosional.
Kebutuhan dasar: makan, pakaian, papan.
Kebutuhan emosional: penghargaan terhadap HAM, tekanan politik.

Kesehatan individu tidak lepas dari kesehatan masyarakat.


Definisi dan Konsep Sakit
Sakit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan seseorang berkurang atau terganggu, bukan hanya keadaan terjadinya proses penyakit
Gangguan fungsi fisiologis yang terjadi akibat infeksi atau lingkungan disebut sebagai penyakit (disease).
Bagaimana penilaian individu terhadap pengalamannya menderita suatu penyakit,inilah yang dikenal sebagai sakit (illness).

Sakit bersifat obyektif dan subyektif
Subyektif; sesuai norma & harapan individu
jika seseorang yang merasakan sakit tetapi secara fisik/medis dia sehat.

Obyektif; sesuai kondisi nyata
jika seseorang fisiknya terganggu tetapi dia merasa sehat dan masih dapat menjalankan kegiatan sehari-hari.
Konsep Sakit
Konsep Sakit
Konsep Sakit
Konsep Sakit
Konsep Sakit
Status Kesehatan

Gangguan keseimbangan
Peningkatan kesanggupan Agen penyakit, misalnya virulensi kuman bertambah, atau resistensi meningkat.
Peningkatan kepekaan Host terhadap penyakit, misalnya karena gizi menurun
Pergeseran lingkungan yang memungkinkan penyebaran penyakit, misalnya lingkungan kotor.
Perubahan lingkungan yang mengubah meningkatkan kerentanan Host, misalnya kepadatan penduduk di daerah kumuh.
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Sakit
Faktor Internal
Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami
Asal atau Jenis penyakit (akut-kronis)
Faktor Eksternal
Gejala yang dapat dilihat
Kelompok Sosial
Latar Belakang Budaya
Ekonomi
Kemudahan Akses Terhadap Sistem Pelayanan
Dukungan Sosial


Peningkatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit
Persamaannya: Keduanya berorientasi pada masa depan.
Perbedaan:Terletak pada Motivasi dan Tujuan
Peningkatan Kesehatan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bertindak secara positif , untuk mencapai tujuan berupa tingkat kesehatan yang stabil
Pencegahan Penyakit memberi motivasi kepada masyarakat untuk menghindari penurunan tingkat kesehatan atau fungsi

Apa definisi kesehatan gigi dan mulut?

Apa itu sakit gigi dan gigi sehat?

Mengapa kesehatan gigi dan mulut sukar didefinisikan?



Umumnya pasien baru sadar bahwa dia perlu memperhatikan kesehatan giginya setelah dia merasakan ‘sakit gigi’, pada kondisi tersebut biasanya stadium penyakit telah parah.
Jadi kesadaran akan perlunya menjaga kesehatan gigi sudah terlambat, karena penyakit gigi geligi adalah progresif yang mana awalnya tidak dapat ditentukan secara klinis.
‘Sakit gigi’ merupakan kondisi kronik.



Maturnuwun

MEMORY


Pengertian
Memory adalah fungsi yang terlibat dalam mengenang atau mengalami lagi pengalaman masa lalu

Memory merupakan suatu proses yang terdiri dari:

Encoding (pemasukan pesan dalam ingatan)

Storage (penyimpanan)

Retrieval (pengingatan kembali)

Memory memiliki 3 major komponen
Sensory memory
Short term memory
Long Term Memory
Memory memiliki 3 major komponen
Sensory memory
- Hanya diingat dalam sekejap
- Cepat menghilang
- Tidak ada asosiasi tertentu


Memory memiliki 3 major komponen

2. Working/ Short Term Memory
Jika pada sensory memory informasi cepat hilang, maka dalam STM ada selective attention

MEMORY CODE
Visual Code
Semantic Code
Motor Code

Contoh:Aku suka model rambut kamu,maka
memory dapat mengingatnya dalam
code-code tsb.
Komponen Working Memory
Phonological loop
Visual spatial sketchpad
Episodic buffer

Contoh: berapa 87+36=
Long Term Memory
Merupakan ingatan yang disimpan dalam jangka panjang/ untuk waktu yang lama masih tetap diingat.
Serial Position Effect
Kata-kata pada awal dan akhir kalimat adalah kata yang paling mudah untuk direcall kembali
primary effect
Serial position effect
Recent Effect




CHUNKING
IRSYMCAIBMCIAFBI
Ketika diminta untuk mengafal huruf ini, tentu kita akan kesulitan, namun jika kita memecahnya dan mengingatnya perbagian seperti:

IRS YMCA IBM CIA FBI

Kita akan lebih mudah mengingatnya

EXPOSURE

REHEARSAL
MNEMONIC DEVICES
Ketika akan menghafal warna pelangi
Merah jingga kuning hijau biru nila ungu



MEJIKUHIBINIU
Jaringan Neural
Jaringan neural memiliki simpul (biasa disebut units) yang menghubungkan ke jaringan neural lain
Didalam jaringan Neural tidak ada simpul yang tunggal, mis untuk “warna merah”, “alat pemadam api”, dll.
Sebuah neuron memproses input dan mengirimkan uotput pada neuron lain, tetapi sejauh yang kita ketahui, konsep “merah” dan “alat pemadam api” tidak disimpan dalam neuron tunggal.
Neuron memiliki hubungan sinaptik dengan neuron yang lain , menerima dan mengirim sinyal dapat mengaktifkan (meningkatkan kemungkinan neuron terhadap api) atau menghalangi (menurunkan kemungkinan terhadap kebakaran).

Jaringan Neural
Simpul didalam model jaringan neural memiliki hubungan dengan banyak neuron lainnya, simpul-simpul tersebut diprogram untuk menerima dan mengirimkan sinyal pengaktifan atau sinyal penghambat, dan menjadi pembangkit bila input yang dikirimkan mencapai kekuatan ambang yang pasti.

Types of Long-Term Memory
Declarative and Prosedural Memory
Declarative memory melibatkan pengetahuan pengetahuan faktual dan terdiri dari 2 sub-kategori
Episodic Memory  pengtahuan mengenai pengalaman-pengalam pribadi yang tersimpan: kapan, dimana, dan apa yang terjadi didalam sebagian kehidupan kia.
Semantic memory  merepresentasikan pengetahuan faktual secara umum mengenai dunia dan bahasa, termasuk memori terhadap kata dan konsep.

Declarative and Prosedural Memory
Procedural (nondeclarative) memory merefleksikan kemampuan dan aksi (Gupta&Cohen,2002).
Salah satu komponen dari procedural memory terdiri dari kemampuan yang di ekspresikan dengan melakukan sesuatu dalam situasi tertentu, seperti mengetik atau mengendarai sepeda.
Classicaly conditioned responses juga merefleksikan procedural memory
Explicit and Implicit Memory
Explicit memory melibatkan kesadaran atau mengingat kembali memori secara sengaja, seperti saat kita mengenal secara sadar atau mengingat sesuatu.
Recognition  menghendaki kita untuk menentukan apakah suatu stimulus sama, seperti ketika seorang siswa mengerjakan ujian pilihan ganda
Recall  melibatkan pengingatan memori secara tidak sadar (spontan).

Implicit memory  terjadi ketika ingatan mempengaruhi perilaku kita tanpa kita sadari. Misalnya: belajar mengendarai sepeda atau mobil.
Arousal, Emotion, and Memory
Banyak pengalaman dalam kehidupan kita seperti berjumpa dengan seseorang, kematian, kelulusan, kecelakan, dan peristiwa lokal atau peristiwa dunia yang terus diingat, tidak hanya karena peristiwa-peristiwa tersebut khusus, tetapi juga karena peristiwa-peristiwa tersebut menggerakkan emosi kita dan mengguncang kita.

Flashbulb memories
Flashbulb memories  ingatan yang sangat jelas, sangat bersih, yang dapat kita gambarkan seperti memotret kejadian saat itu dan cenderung akurat. Tetapi, di lain waktu beberapa flashbulb memories menjadi tidak akurat.
Jadi, akurasi memori dan kepercayaan memori memiliki relasi yang lemah.


The Effects of Context, State and Mood on Memory
Prinsip spesifik encoding menunjukkan bahwa memori menguat ketika muncul tanda selama isyarat yang dicari cocok pada saat itu selama encoding
Pada dasarnya sangat mudah untuk mengingat sebuah stimulus ketika kita berada di lingkungan yang sama (context-dependent memory) atu menunjukkan kondisi internal yang sama (state-dependent memory) seperti ketika stimulus asli tersimpan.
FORGETTING
The Course of Forgetting
Herman Ebbinghaus (1885-1964) merupakn pionir yang mempelajari mengenai kelupaan dengan menguji satu orang yaitu dirinya sendiri.
Interferensi retrokatif  hilangnya sebagian atau seluruhnya ingatan dari hal-hal yang telah dipelajari, yang diakibatkan oleh suatu kejadian yang baru berlangsung (seperti suatu kejutan emosional atau suatu ajaran baru)
Setiap orang memiliki masalah dalam ingatannya yang disebut Tip-of-the-Tongue (TOT)
TOT sewaktu berusaha memperoleh kembali informasi dari perekaman atau penyimpanan ingatan jangka panjang, seseorang dapat mendapatkan kembali informasi yang salah, yang dengan cara-cara tertentu berkorelasi dengan item yang benar
Dorongan untuk lupa
Psychodynamic dan psikolog lainnya percaya bahwa kadang-kadang setiap orang sadar atau tidak sadar memiliki dorongan untuk lupa.
Represi  proses motivasi yang melindungi kita dengan cara menghambat pemanggilan secara sadar terhadap ingatan kecemasan yang mengguncang.
Forgetting to Do Things: Prospective Memory
Prospective Memory  menekankan pada mengingat hal-hal yang akan dilakukan.
Amnesia
Retrograde and Anterograde Amnesia
Retrograde Amnesia  melupakan semua kejadian yang dikenal atau telah dialami sebelum peristiwa yang menyebabkan amnesia, seperti melupakan identitas lawan dalam suatu pertandingan sepakbola yang bertanggung jawab mencederai dirinya dan menyebabkan dia jadi tidak sadar.
Anterograde Amnesia  melupakan satu peristiwa yang mengganggu pada saat peristiwa itu terjadi atau sesudahnya, kemungkinan disebabkan karena apa yang terjadi tidak memberikan kesan.
Dementia and Alzheimer’s Disease
Dementia  kemerosotan pada fungsi-fungsi mental yang makin parah dan menonjol.
Alzheimer’s Disease  adanya kerusakan kemampuan berbicara, gerak-gerak anggota tubuh (tungkai dan lengan) di luar kemauan, sawan yang kadang-kadang darang, kemunduran itelektual dan psikotisme yang biasa terjadi pada usia 65 tahun
Infantile Amnesia
Salah satu hipotesis menyebutkan bahwa penyebab dari Infantile Amnesia ini adalah karena pada tahun pertama setelah kelahiran wilayah dari otak kita yang memproses memori jangka panjang masih belum matang.

MEMORI SEBAGAI PROSES KONSTRUKSI

Konstruksi memori kadang menyenangkan, kebanyakan orang memiliki kecenderungan untuk me- recall melalui pandangan yang agak menyenangkan,
Cnth: mahasiswa yang diminta me- recall nilai SMA nya, semakin jelek nilai semakin sedikit yang mengingatnya
DISTORSI MEMORI& SKEMA
Seseorang menggeneralisasi ide (skema) tentang bagaimana peristiwa terjadi, yang digunakan untuk mengorganisasi informasi dan menyusunnya dalam memori (Bartlet, 1932).
Konstruksi memori memperluas bagaimana kita memvisualisasi dunia

Contoh:
mahasiswa yang diminta melihat foto dari sebuah objek, kemudian menggambar apa yang mereka lihat dari memori, secara konsisten akan menunjukkan perluasan batas (boundary extension).
Dalam kehidupan nyata, objek biasanya tampak pada background yang meluas, yang menciptakan skema bagaimana kita mengharapkan gambar untuk dilihat.

Sehingga, ketika kita mengingat gambar close- up, skema kita me- recall gambar yang diperluas dari yang sebenarnya kita lihat.
MISSINFORMATION EFFECT& EYEWITNESS TESTIMONY
Missinformation effect: distorsi memori yang disebabkan oleh informasi yang menyesatkan yang diterima setelah suatu peristiwa terjadi, dapat diteliti melalui kesalahan pengakuan saksi.
Seorang pendeta Katholik Roma diidentifikasi 7 saksi sebagai pelaku kejahatan. Ia selamat dari hukuman ketika penjahat yang sebenarnya mengakui kejahatannya.
Faktor yang mempengaruhi distorsi memori saksi:
(1).kesopanan penjahat konsisten dengan skema yang banyak orang miliki tentang pendeta (2).sebelum menunjukkan gambar tersangka pada saksi, polisi diberitahu bahwa mungkin tersangkanya adalah seorang pendeta.


Missinformation effect juga dapat disebabkan oleh source confusion, yaitu kecenderungan untuk me-recall/ mengenali sesuatu sebagai hal yang familiar tetapi lupa dimana menemuinya.
ANAK SEBAGAI SAKSI
AKURASI DAN MUDAH/ TIDAKNYA
DIPENGARUHI
Pertanyaan sugestif mendistorsi memori beberapa anak- anak, dan menyebabkan kesalahan memori ketika pertanyaan diulang.
RECALL TERHADAP TRAUMATIC EVENTS
Anak- anak mengingat lebih sedikit detail yang benar dan lebih sering setuju terhadap pertanyaan sugestif.

Kontroversi “Recovered Memory”
Para psikolog berdebat apakah memori yang muncul kembali dari kasus pelecehan terhadap anak adalah akurat dan apakah mereka melupakannya melalui represi atau proses psikologi lainnya.
MEMORI DAN OTAK
DIMANA MEMORI DIBENTUK DAN DISIMPAN?
MEMORI SENSORIS& WORKING MEMORY
Memori sensoris tergantung pada visual,auditory& sistem sensoris lainnya untuk mendeteksi informasi stimulus, dan mengubah bentuk ke dalam kode neural, dan mengirimnya ke otak, dimana area sensoris dari cerebral cortex secara inisial memprosesnya.
Tugas “working memory”: mengingat nama dan wajah seseorang, me-recall sederet angka, belajar& mengulangkonsep pada textbook.


Working memory: sebuah jaringan dari area cortex yang berada diantara lobus otak yang berbeda
Lobus frontal, khususnya prefrontal cortex memiliki peran penting dalam “working memory”

LONG TERM MEMORY (LTM)
Berbagai area di otak terlibat dalam LTM, tetapi hippocampus dan area di sekitarnya memainkan peran penting dalam proses encoding LTM.
Declarative memory
memori untuk pengalaman dan fakta baru
Prosedural memory
Cerebellum berperan penting dalam membentuk procedural memory

Bagaimana memori dibentuk??
Sistem saraf membentuk memori melalui perubahan fisik dan kimia yang berlangsung dalam sirkuit neural otak.
Perubahan sinapsis&memori
perubahan sinapsis merupakan dasar bagi konsolidasi memori
Long- term potentiation
merupakan peningkatan waktu berlangsung dalam kekuatan sinapsis.
STUDI KASUS
Air, sungai, arus, ombak, gelombang,pasang, daur, angin, riak, hilir, ikan, perahu

Meja, umpan, konfirmasi, tahun, listrik, guru, pernyataan, umpan, bangkrut,mata

Dari kedua kelompok kalimat tersebut, manayang lebih mudah dihafal dalam sekali pengucapan? Jelaskan dinamikanya
STUDI KASUS
Pernahkah kamu merasakan suatu kejadian dimana kejadian tersebut pernah kamu alami sebelumnya atau sering disebut DeJavu?

YTF-234
QCK-879
VFZ-298
UBP-643
LHG-854




YTF
QCK
VFZ
UBP
LHG

Learning and Adaptation Passer & Smith


Presentation materials
Djamaludin Ancok
Guest Lecturer
University Colege of Boras, Sweden
Definition of Learning
Learning is a process by which experience produces a relatively enduring change in organism’s behavior or capabilities.
Learning is a process of personal adaptation.
Learning levels:
Species level (ethology)
Individual level (psychology)
What ethologists think
Ethologists focus on the function of behavior, particularly its adaptive significance, how a behavior influences an organism’s chance of survival and reproduction in its natural environment.

Through process of evolution animal become adaptive to the environment. A fixed action pattern is unlearned response automatically triggered by a particular stimulus. (e.g Herring Gull chick peck at the red sign on their parents’ bill for getting food). This is the result of evolution. Animal is pre-programmed with this capability.

Though as a species animal adapted to the environment but they also learn. (i.e. Indigo bunting (song bird) migrate between North to South using stars as guidance. They are pre-wired to follow the Fixed North star, but they have to learn which specific star in the night time sky is stationary.
Learning, Culture and Evolution
Evolution is the survival of the fittest genetically. This is an ability of species to adapt to the environmental demand. This is pre-wired in the gene ( socio-biologist)
Learning is the ability of individual to acquire a certain behavior. This behavior could be positive and negative for the individual’s life.
Habituation is a decrease in the strength of a response to a repeated stimulus.
Pavlov’ Classical Conditioning Process
Basic Principles Of Classical Conditioning (1)
Acquisition refers to period during which a response is being learned.
Unconditioned Stimulus (UCS) a stimulus that elicits a reflexive or innate response without prior learning ( e.g. meat, food).
Unconditioned Response (UCR) is an innate or reflexive response elicited by a stimulus without prior learning.
Basic Principles Of Classical Conditioning (2)
Conditioned Stimulus (CS) a stimulus that, through association with a UCS, comes to elicit a conditioned response similar to the original UCR.
Conditioned Response (CR) a response elicited by a conditioned stimulus.
An example : A trauma of car accident
Basic Principles Of Classical Conditioning (3)
Extinction is a process in which the CS is presented repeatedly in the absence of UCS (extinction trial), causing the CR weaken and eventually disappear.
Spontaneous Recovery is the reappearance of a previously extinguished CR after a rest period and without new learning trials ( why? Because traces in the brain still exist).
Basic Principles Of Classical Conditioning (4)
Stimulus Generalization if a stimulus similar to the CS can elicit the CR.
If a child’s fear to a doctor who wear a white jacket, generalizes to others who wear white jacket.
Stimulus Discrimination if a CR occurs to one stimulus but not the other.
Carol’s fear to car not generalized to other vehicle like bike, airplane.
Higher Order Conditioning A neutral stimulus becomes a CS after being paired with an already established CS.

Higher order learning
Application of Classical Conditioning
Acquiring and Overcoming fear.
Behavior therapy – Exposures therapy
Systematic desensitization
Flooding (imagery of scary things)
Attraction
Advertisement using female figure. Perfume that elicit sexual attraction, etc.
Aversion
Smoking therapy: Pairing smoking with a drug that causes a heavy nausea.

Sickness & Health
Allergic Reactions
An illness without any medical causes An asthma caused by pairing a certain neutral object with a substance that cause allergic reaction.
Anticipatory Nausea and Vomiting
Cancer therapy using chemotherapy. Because of the surrounding during therapy create a feeling of nauseated. Therapy by pairing a conditioned stimuli (i.e needles with relaxation & pleasant imagery).
The Immune system
Injection of sherbet with epinephrine (substance that increase immune system). Later on just injection of sherbet will increase the immune response).

Operant Conditioning
Difference between CC & OC the response in CC is elicited response, but in OC is emitted response.
CC paradigm is Stimulus Response
OC paradigm is Response  Response

OC is instrumental learning, because the animal behavior (elicited response) is instrumental in bringing a certain outcome.

The Law of Effect in a given situation, a response followed by a satisfying consequence will become more likely to occur and a response followed by an annoying consequence will become less likely to occur.
Skinner’s Analysis of OC (1)
Operant conditioning (animal operates on its environment) is a type of learning in which behavior is influenced by the consequences that follow it.
Animals in Skinner box move their body and suddenly touch a lever that makes a door open and the animals get food. The animals later on learn quickly to push the lever to get the food (reinforcement).
Reinforcement,  a response is strengthened by an outcome that follow it.
Punishment a response is weakened by an outcome that follow it.
Skinner’s Analysis of OC (2)
Operant behavior involves three kinds of event that form a three-part contingency:

Antecedents  stimuli are present before a behavior occurs.
Behaviors that the organism emits.
Consequences that follow the behavior.

The relation between behavior and the consequence is called contingency



Differences between Classical Conditioning & Operant Conditioning
Five Major Operant Process
Positive reinforcement occurs when a response is strengthened by the subsequent presentation of a stimulus.
Primary reinforcers are stimuli such as food and water, that an organism naturally find reinforcing because they satisfy biological needs.
Secondary reinforcers are stimuli that acquire reinforcing properties through their association with primary reinforcers ( e.g money).
Negative Reinforcement occurs when a response is strengthened by removal of an aversive stimulus.
Operant Extinction is the weakening and eventual disappearance of a response because it is no longer reinforced.
Punishment. A response is weakened by subsequent presentation of stimulus.

Five Major Operation Process
Negative Reinforcement .
Shaping & Chaining
Shaping (also called a method of successive approximations) involves reinforcing successive approximation toward a final response.
Chaining is used to develop a sequence (chain) of responses by reinforcing each response with the opportunity to perform the next one.
Generalization and Discrimination
Operant generalization an operant response occurs to a new antecedent stimulus or situation that is similar to the original one.
Muffler of motorcycle generalized to automobil’s or tractor’s muffler
Operant discrimination an operant response will occur to one antecedent stimulus but not to another (also called Stimulus Control).
You stop your car if a policemen ask you to stop, but not other person.
Schedule of Reinforcement
Continuous reinforcement  learned quickly, but extinct quickly.
Partial (intermittent) reinforcement learned slowly but extinct slowly.
Four different Schedule
Fixed ratio schedule
Variable-ratio schedule
Fixed Interval schedule
Variable Interval schedule
Schedules of reinforcement
Fixed-ratio  reinforcement is given after a fixed number of responses
Variable Ratio reinforcement is given after a variable number of responses.
Fixed interval  the first response that occurs after a fixed time interval is reinforced.
Variable interval  reinforcement is given for the first response that occurs after a variable time interval, centered around an average.
Escape and Avoidance Conditioning
Escape conditioning, the organism learn a response to terminate an aversive stimulus.
Avoidance conditioning, the organism learns a response to avoid an aversive stimulus.
Two factors theory of avoidance learning, both classical and operant conditioning are involved in avoidance learning.
Learned-helplessness the depressions occurs when an animal expect it can do nothing to avoid aversive stimulus.
Application of OC
Animal training
Self phase learning
Behavior modification
Crossroads of Conditioning
Biological Constraints: Evolution and preparedness.
Animals do not learn from OC process because of biological constraints (pre-wired for survival).
Preparedness  through evolution, animals are biologically predisposed (pre-wired) to learn some associations more easily than others.
Animals learn to avoid poisonous food, though the negative effects of eating food take several hours to occur.
Experiment by John Garcia.
Garcia Study
Cognition and Conditioning Early Behaviorist S R Theory (automatic response)
S R theory is challenged by :
Cognitive Behaviorist S O  R
Kohler study with chimpanzee  Insight: the sudden perception of a useful relationship that helps to solve a problem.
Tolman’s Study about Cognitive Map
Expectancy Model (Rescorla)
Animal does not respond to the tone, if the tone is not consistently paired with shock.
Backward & forward pairing. Forward pairing leads to faster learning.
Self-evaluations as Reinforcers and Punishers.
People will persist do something that is internally motivated, though it is negatively reinforced by external reinforcement.

Tolman’s Study
Observational Learning
If everything is learned thru OC than it is impossible because so many thing to learn. There should be another way of learning Observational learning:
The learning that occurs by observing other’s behavior through a modeling
Bandura’s Social-Cognitive Theory
People learn by observing the behavior of models and acquiring the belief that they can produce behaviors to influence events in their life.
Bandura’s Social-Cognitive Theory The Modeling Process and Self Efficacy
Four steps modeling:
Attention
Retention
Reproduction
Motivation

Bobo Doll Study is experiment in observational learning.

Self Efficacy people’s belief that they have the capability to perform behaviors that will produce a desired outcome ( this is a motivational factor in learning)
Implication of Observational Learning
Children learn from adult people through observation.

Prosocial Behavior from a model will be imitated by children.

Violence in TV will teach children to be violent.

The Adaptive Brain
Learning and practices change brain activity. The more a person learn about something the less the brain’s activity will be.

Level of Analysis

Learning & Adaptation


The Role of Experience
Definisi
Belajar  sebuah proses dimana pengalaman menghasilkan sebuah perubahan yang abadi (relatif menetap) pada perilaku atau kemampuan organisme.
Belajar diukur melalui perubahan penampilan
Mekanisme Belajar
Behavirisme
 Tabularasa
Ethologi
 adaptive significance (bagaimana perilaku organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi dalam lingkungan alaminya)
Cara lingkungan mempengaruhi perilaku
Personal adaptation
terjadi melalui hukum belajar yang memeriksa perilaku
Species adaptation
terjadi melalui tekanan seleksi alam yang menunjuk evolusi
Proses dasar belajar
Habituation
Classical conditioning
Operant conditioning
Observational learning
Habituation
pengurangan jumlah respon pada stimulus yang berulang
Classical conditioning
Organisme belajar melalui asosiasi 2 stimulus dimana satu stimulus mendatangkan sebuah respon yang semula didatangkan dengan stimulus yang lain
Ditemukan oleh Pavlov

Penelitian Pavlov
Asosiasi antara bel dan makanan
Eksperimen dilakukan pada anjing
Memasangkan stimulus yang netral dengan stimulus yang tidak terkondisi (UCS) yang mendatangkan respon yang tidak terkondisi (UCR), sehingga jika stimulus tersebut diulangi, stimulus yang netral menjadi stimulus yang terkondisi (CS) yang menimbulkan respon yang terkondisi yang sama dengan stimulus asli yang tidak terkondisi.


Prinsip dasar
Acquisition
periode selama respon dipelajari
UCSstimulus yang mendatangkan respon bawaan (UCR) tanpa dipelajari
UCRrespon bawaan yang datang dari stimulus bawaan (UCS) tanpa dipelajari
CSstimulus yang dipasangkan dengan UCS, yang mendatangkan respon yang terkondisi yang sama dengan UCR asli.
CR respon yang datang dari stimulus yang terkondisi

Extinction & spontaneous recovery
extinction  sebuah proses dimana CS ditunjukkan bersamaan dengan UCS,menyebabkan CR lemah & hilang.
Spontaneous recovery munculnya kembali CR yang telah hilang setelah periode istirahat dan tanpa pembelajaran yang baru

Generalization & discrimination
stimulus generalization stimulus yang sama seperti di awal,dimana CS mendatangkan CR
discrimination ditunjukkan ketika CR terjadi pada satu stimulus tetapi bukan stimulus yang lain

Higher-order conditioning
stimulus netral yang menjadi CS setelah dipasangkan dengan CS yang telah ada
Aplikasi Classical of conditioning
Aqcuiring & overcoming
- systematic desensitization
- flooding
Attraction & aversion
-aversion theraphy
Sickness & health
-reaksi alergi
-the immune system

Operant conditioning
Thorndike’s law of effect
Analisis Skinner
Thorndike’s law of effect
Instrumental Learning
Law of effect
Analisis Skinner
Operant conditioning
Reinforcement
Punishment
Konsekuensi: menentukan bagaimana merespon
Positive reinforcement
Negative reinforcement
Operant extinction
Aversive punishment
Jadwal Pemberian Reinforcement
Continous Reinforcement
Setiap respon, langsung mendapat penguatan, cth: masukan koin dapat kaleng soda.
Partial Reinforcement
Hanya respon tertentu saja yang dapat penguatan.


Partial Reinforcement dibagi menjadi 2:
Ratio vs Interval Schedule
Ratio: hanya respon yang ke sekian yang diberikan penguatan.
Interval:diberikan pada satu waktu yang bisa dilampaui antara satu respon dengan yang diperkuat pada respon berikutnya
Fixed vs Variable Schedule
Fixed: diberikan dengan jangka tetap pada waktu tertentu
Variable: diberikan secara random


Dari 2 kombinasi penjadwalan secara partial, dapat muncul 4 variasi yakni:
Fixed-Ratio Schedule (FR)
Penguatan diberikan setelah respon tertentu muncul
Variable-Ratio Schedule (VR)
Dalam prosesnya dibutuhkan respon yang bervariasi agar penguatan terjadi, sehingga subyek tak tahu bagaimana penguatan itu terjadi.


Fixed-Interval Schedule (FI)
Penguatan diberikan setelah melewati kurun waktu tertentu.
Variable- Interval Schedule (VI)
Penguatan diberikan setelah melalui periode waktu yang bervariasi dan dengan demikian subyek tidak tahu kapan waktu penguatan akan terjadi
Reinforcement schedule, learning, extinction (Jadwal penguatan, belajar, pemusnahan)
Pada Continous Reinforcement
Belajar menjadi lebih cepat, pesat, karena pemberian penguatan bisa ditebak. Akibatnya pemunahannya pun lebih cepat, karena waktu pemberian penguatan yang mudah ditebak.

Pada Partial Reinforcement
Belajar lebih lambat, tapi lebih resisten untuk pemunahan, terutama jika penguatan yang diberikan tak dapat di terka, membuat lebih lama belajar, membuat perilaku dapat bertahan

Escape and Avoidance Conditioning
Escape Conditioning:Organisme belajar merespon dengan menyudahi stimulus aversif.
Misal: minum obat saat pusing
Avoidance Conditioning:Organisme belajar merespon dengan mencegah, menghindar dari stimulus aversif.
Misal: mematuhi rambu-rambu agar tak ditilang.

Aplikasi dari Operant Conditiong
Pada dunia pendidikan dan setting kerja
Token ekonomi: pemberian poin ketika ada perilaku yang sesuai, dan nanti akan ditukar dengan reward tertentu saat terkumpul sejumlah poin.
Melatih binatang sirkus
Modifikasi perilaku dari problem yang muncul.

Efek melihat tayangan agresivitas (Bandura)
Mengurangi kepedulian penonton terhadap efek negative (kesakitan) dari kekerasan
Mengurangi sensitivitas saat melihat kekerasan
Meningkatkan tendensi untuk berlaku agresif
Crossroads of learning
Evolution and prepareddnes
Pada dasarnya perilaku dipengaruhi oleh evolusi dari organisme dan lokasi biological nya, yang semua itu mempengaruhi proses belajar.
Condition of taste aversion: kondisi yang membuat kita merasa tidak nyaman
Instinctive drift:kecenderungan untuk “drift back” pada perilaku naluriah/ alamiah


The Adaptive Brain
tak ada bagian otak, yang mengontrol tentang belajar. Tetapi proses belajar dapat dilihat dari hubungan antara sturktur otak.
Biologi mempengaruhi proses belajar, tetapi pengalaman belajar juga mempengaruhi fungsi otak.
Setiap hari kita harus menghidupkan “personal evolution” agar hubungan antar struktur otaknya semakin kuat.
Kognisi dan Pengkondisian
1925 Wolfgang Kohler menentang asumsi konsep behavioristik “Thorndike” yaitu binatang belajar hanya karena adanya percobaan dan kesalahan (trial and error).
Eksperimen Kohler dirancang untuk menentukan kemampuan simpanse memecahkan masalah, dan menyimpulkan simpanse tersebut dapat belajar dari “insight”.

Skema dan Peta Kognitif
Edward Tolman tikus mengembangkan peta kognitif “cognitive map” dalam menyelesaikan jalan “maze” yang komplek.
Cognitive Map’ Tolmantidak hanya berdasarkan hubungan stimulus-respon.
Kognisi dalam Pengkondisian klasik
Teori belajar kognitifdalam pengkondisian klasik merupakan rangkaian CS-UCS.
Dalam terminologi kognitif, diharapkan CS akan diikuti oleh UCS (tidak selalu berpasangan).

Kognisi dalam Pengkondisian Operan
The Role of Awareness
Teori belajar kognitiforganisme mengembangkan awareness or expectancy, hubungan antara respon dan konsekuensi.
Konsep awareness mengimplikasikan bahwa prediktor tingkah laku yang terbaik diterima secara berkelanjutan, tidak sekaligus.
Latent Learning
Penelitian Tolman, perkembangan peta kognitif pada tikus dapat terjadi dengan atau tanpa imbalan “reinforcement positive”.


Evaluasi diri sebagai imbalan atau hukuman
Evaluasi kognitif diri ditentukan oleh imbalan atau hukum baik yang berasal dari internal maupun eksternal.
Observational Learning
Belajar diperoleh dari mengamati tingkah laku model.
Kemampuan manusia untuk belajar dengan mengamati disebut dengan modelling.
Teori Sosial Kognitif Bandura
Menjelaskan bahwa orang belajar dengan melihat tingkah laku dari model dan memperoleh keyakinan bahwa mereka dapat menghasilkan tingkah laku dan mempengaruhi perilaku.
4 langkah proses modeling Bandura:
Perhatian
Ingatan
Menghasilkan
Motivasi

Ekperimen Bandura:
Anak kecil melihat sebuah film yang menunjukan kekerasan. Sebagian besar anak yang melihat model kekerasan menyerah boneka setelah melihat adegan itu.
Jika melihat media yang menunjukan kekerasan akan meningkatkan kecenderungan agresif, sedangkan melihat model yang baik (prosocial) akan mempunyai kecenderungan membantu sesama.



Efek melihat tayangan agresivitas (Bandura)
Mengurangi kepedulian penonton terhadap efek negative (kesakitan) dari kekerasan
Mengurangi sensitivitas saat melihat kekerasan
Meningkatkan tendensi untuk berlaku agresif
Kasus 1
Seekor simpanse terperangkap di sebuah ruangan, dia ingin mengambil buah pisang di luar ruangan. Dengan menggunakan galah yang lebih pendek, simpanse menggapai galah yang cukup panjang untuk mencapai seiris buah.
apa yang dialami oleh simapanse tersebut?
Kasus 2
Jane mengalami kecelakaan mobil, saat itu ia sedang menyetir seorang diri, dan tiba-tiba mobilnya terbalik, dan Jane mengalami kecelakaan dan luka parah.
Sejak saat itu, ia menjadi takut naik mobil.
Apa yang terjadi dengan Jane? Jelaskan dengan perspektif learning!
Kasus 3
Fenomena smackdown membuat anak-anak menjadi kerajingan melakukan perkelahian dengan temannya, dan berakibat fatal,bahkan ada yang menyebabkan meninggal dunia.
Apa yang terjadi dengan anak tersebut, jelaskan dengan perspektif learning.

Aliran-aliran atau pendekatan-pendektan dalam psikologi


Sri Kusrohmaniah
Sejarah Perkembangan & Aliran dalam Psikologi :
Pengaruh Filsafat pada Psikologi
Pengaruh Fisiologi dan pengetahuan alam pada Psikologi
Hubungan psikis dan badan
Sifat pengalaman kesadaran
Aliran-aliran dalam Psikologi

Perspektif…
Sudut pandang
Dalam psikologi terdapat banyak sudut pandang yang mempangaruhi aspek-aspek perilaku diteliti, metode, pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban ilmuwan
Muncul aliran-aliran atau pendekatan-pendekatan…

Perspektif dalam psikologi tradisional
Perspektif dalam psikologi tradisional
Perspektif dualism
Melihat mind-body sebagai dua materi yang terpisah.
Namun muncul pertanyaan: bagaiamna mind menyadari keadaan fisiknya? Bagaimana pikiran mengontrol fisik?
Filosof Rene Descartes (1596-1650) dari Perancis menjawab bahwa mind body berinteraksi yaitu di kelenjar pineal di otak, namun mind bukan material dari fisik, mind adalah materi spiritual
Perspektif monoism
Mind-body sebagai satu kesatuan.
Thomas Hobbes (1588-1679) Filosof Inggris :Mental adalah produk dari fisik yang berada di otak
Aliran ini menjadi titik pijak psikologi sebab aliran ini memandang bahwa mind dapat diukur dengan mengukur proses fisik dalam otak
Empirists (John Locke) : ide & pengetahuan seseorang dapat diukur secara empiris /pengalaman, yaitu melalui sensasinya.
Metode dengan observasi– menjadi akar observasi empiris
Lanjuuut…
Temuan dari fisiologi (area Biologi yang mempelajari fungsi tubuh) th 1870 meneliti dengan eksperimen: stimulasi listrik di otak binatang untuk memetakan area otak yang mengontrol gerakan anggota tubuh.
Saat yang sama : kedokteran menemukan adanya kerusakan area otak tertentu pada pasien yang mengalami gangguan mental dan perilaku, misal kerusakan otak belahan kiri menyebabkan ketamampuan memahami ucapan.
Dengan metode empiri dapat dipergunakan memahami proses mental
Lanjut lagi…
1800 ilmuwan Jerman mengukur pengalaman sensori dengan beberapa bentuk stimulasi fisik. (misal memperdengarakan suara dengan bervariasi desibel)
Metode ekperimen dengan psikofisik menjadi cara baru untuk meneliti pengalaman sensasi yang tergantung pada stimulasi fisik
Masih lanjut
Charles Darwin (1809-1882) dengan teori evolusi : melihat mind sebagai entitas spiritual tetapi lebih sebagai produk dari keberlangsungan biologis antara menusia dengan spesies yang lain.
Darwin mengilhami ilmuwan untuk menyadari bahwa perilaku manusia dapat diteliti dari perilaku spesies lain
Akhir tahun 1800 lahir psikologi modern…
Perspektif dalam Psikologi Modern
Aliran-aliran Besar dalam Psikologi :
Strukturalisme
Fungsionalisme
Psikoanalisa
Behaviorisme
Humanistik
Gestalt
Kognitif
Sosiokultural
Psikobiologi

Strukturalisme …
Wilhelm Wundt (1832 - 1920)
Wilhelm Wundt dilahirkan di Neckarau pada tanggal 18 Agustus 1832 dan wafat di Leipzig pada tanggal 31 Agustus 1920.
Wilhelm Wundt seringkali dianggap sebagai bapak psikologi modern berkat jasanya mendirikan laboratorium psikologi pertama kali di Leipzig.
Ia mula-mula dikenal sebagai seorang sosiolog, dokter, filsuf dan ahli hukum. Gelar kesarjanaan yang dimilikinya adalah dari bidang hukum dan kedokteran.
Ia dikenal sebagai seorang ilmuwan yang banyak melakukan penelitian, termasuk penelitian tentang proses sensory (suatu proses yang dikelola oleh panca indera).
Strukturalisme …
Pada tahun 1875 ia pindah ke Leipzig, Jerman, dan pada tahun 1879 ia dan murid-muridnya mendirikan laboratorium psikologi untuk pertama kalinya di kota tersebut.
Berdirinya laboratorium psikologi inilah yang dianggap sebagai titik tolak berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang terpisah dari ilmu-ilmu induknya (Ilmu Filsafat).
Sebelum tahun 1879 memang orang sudah mengenal psikologi, tetapi belum ada orang yang menyebut dirinya sarjana psikologi. Sarjana-sarjana yang mempelajari psikologi umumnya adalah para filsuf, ahli ilmu faal atau dokter.
Strukturalisme …
Wundt mengabdikan diri selama 46 tahun sisa hidupnya untuk melatih para psikolog dan menulis lebih dari 54.000 halaman laporan penelitian dan teori.
Buku-buku yang pernah ditulisnya antara lain: "Beitrage Zur Theorie Der Sines Wahrnemung" (Persepsi yang dipengaruhi kesadaran, 1862), "Grund zuge der Physiologischen Psychologie" (Dasar fisiologis dari gejala-gejala psikologi, 1873) dan "Physiologische Psychologie".

Wundt mencari model untuk meneliti mind.
Melihat mind dapat diteliti dengan memecah menjadi elemen-elemen (struktur) seperti emmecah unsur-unsur kimia dari bagian yang lebih kompleks
Metode yang dipakai dengan instrospeksi yang meneliti sensasi sebagai elemen dari kesadaran
Partisipannya diberi stimulus sesoris (cahaya, suara, rasa cecap, sentuhan) lalu dilatih menggambarkan inner experience-nya
Bertahan dalam 1 dekade tetapi memantabkan posisi psikologi sebagai ilmu ilmiah
Strukturalisme
Tokohnya Englishman Edward Titchener (1867-1927)
Mendirikan laboratorium di Cornel University (1892)
Berkembang di Amerika
Meneruskan tradisi Wundt
Menekankan pada struktur jiwa
Pendekatan Wundt & Titchener dikenal sbg structuralism : menganalisa jiwa dari elemen dasar
Metodenya menggunakan introspeksi

Fungsionalisme
Tokohnya William James (1842-1910)
Berkembang di Amerika
Menggunakan metode introspeksi
Menolak pandangan struktur jiwa
Menekankan fungsi jiwa
Fungsionalisme
Berusaha menjawab pertanyaan tentang proses mental
Bagaimana fungsi mental bukan struktur mental
Misal mengapa kita memiliki tangan? Bagaimana tangan dapat membantu kita agar survive? Stuktural melihat gerakan sebagai operasi dari otot, tendon, tulang.
Dipengaruhi oleh teori Darwin tentang evolusi yaitu menekankan pentingnya perilaku adaptif dalam membantu individu merespon secara sukses agar bisa survive
Penelitian tentang learning dan problem solving menjadi objek fungsionalisme
Behavioral
Tokohnya John B. Watson dan B.F. Skinner
Menekankan pada perilaku sebagai respon dan pengaruh lingkungan
Apa yang kita lakukan menunjukkan siapa kita
Pengaruh reward dan punishment
Psikoanalitik
Tokohnya: Sigmund Freud
Menekankan pada :
ketidaksadaran
instink biologis : dorongan sex dan agresi
tuntutan sosial, dan pengalaman awal kehidupan
id, ego, super ego
Humanistic
Tokohnya Maslow (1971), Rogers (1961)
Menekankan pada kapasitas manusia untuk berkembang dan mengontrol kehidupannya, serta berpotensi
Manusia mampu untuk mencapai pemahaman diri dan tidak dimanipulasi oleh lingkungan
Neurobiological
Menekankan pada peran otak dan sistem syaraf dalam perilaku, pikiran dan emosi manusia
Squire (1992): pikiran memiliki dasar fisik pada otak
Pengiriman impuls di sel otak dibantu oleh substansi kimia
Gangguan perilaku dapat disebabkan karena gangguan neurobiologi
Cognitive
Berkembang mulai tahun 1950
Cognition dari Bahasa Latin “to know”
Dekat dengan pandangan Behavior
Menekankan pada proses mental yang trelibat pada knowing (bagaimana memberi perhatian, persepsi, mengingat, berpikir, dan problem solving)
Sociocultural
Relatif baru untuk mengamati perilaku
Menekankan peran budaya, etnis, dan gender sebagai context sociocultural untuk memahami perilaku manusia
Culture : pola perilaku, kepercayaan, nilai-nilai, pola kerja, musik, pakaian, diet, ritual yang diturunkan dari generasi ke generasi
Etnicity : ras, agama, kebangsaan, suku etc
Gender : dimensi sociocultural yang berkaitan dengan laki-laki perempuan


SENSASI & PERSEPSI


SENSASI: Proses
menerima enerji
stimulus dari
Lingkungan
Stimulus mengandung enerji fisik:
cahaya,suara, dan panas.
Stimulus dideteksi oleh sel
reseptor alat indera. Enerji fisik
diubah menjadi impuls
elektrokimiawi (TRANSDUKSI)
Transduksi mengirimkan informasi ke
otak lewat sistem syaraf.
SENSASI & PERSEPSI

PERSEPSI:
Proses mengorganisasikan dan
menginterpretasikan informasi sensoris
untuk memberi makna.


BOTTOM-UP & TOP-DOWN
Bottom-up
Persepsi dimulai dari diterimanya informasi mengenai stimulus lingkungan oleh reseptor pancaindera dan kemudian diteruskan ke otak untuk diproses lebih lanjut.
TUJUAN PERSEPSI
Marr (1982): Tujuan persepsi ialah memberikan gambaran internal mengenai informasi dunia luar.

Teori evolusi: Tujuan persepsi ialah proses adaptasi untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup spesies.
BOTTOM-UP & TOP-DOWN
TOP DOWN
Persepsi dimulai dari proses kognitif tingkat tinggi seperti harapan, keyakinan, atau pengetahuan


PSIKOFISIKA
Satu kajian yang menghubungkan sifat-sifat fisik
stimulus dengan pengalaman seseorang terhadap
stimulus tersebut.
Ambang Absolut (Absolut Threshold).
Jumlah enerji minimum yang dapat dideteksi oleh seseorang.
Poin dimana seseorang mampu mendeteksi stimulus 50% dari kesempatan yang tersedia.

PSIKOFISIKA
JUST NOTICEABLE DIFFERENCE
* Perbedaan level intensitas terkecil antara dua stimulus sehingga perbedaan kedua
stimulus itu dapat dideteksi.
* Perbedaan level intensitas terkecil antara dua stimulus antara dua stimulus yang dapat dideteksi 50% dari kesempatan yang ada.
AMBANG ABSOLUT PANCAINDERA
PENGLIHATAN : CAHAYA LILIN 30 MIL DI MALAM
GELAP DAN CERAH
PENDENGARAN : DETAK JAM 20 KAKI DALAM
SUASANA HENING
PEMBAUAN : SETETES PARFUM BERDIFUSI
MELEWATI 3 RUANGAN
PENGECAPAN : TIGA SENDOK GULA DIDALAM 2
GALON AIR
PERABAAN : SAYAP SEEKOR LALAT JATUH DI
PIPI DARI JARAK 1 CM
PERSEPSI SUBLIMINAL
Kemampuan
mendeteksi informasi
dibawah level
kesadaran
HUKUM WEBER
PERBEDAAN ANTARA DUA STIMULUS BERDASARKAN PADA PROSENTASE MINIMUM YANG KONSTAN.

Misal, 1 lilin ditambahkan pada 60 lilin, maka perbedaan cahaya terang dapat dideteksi. Tapi kalau 1 lilin ditambahkan pada 120 lilin, perbedaan gelap-terang tak dapat dideteksi. Sebab untuk 120 lilin butuh 2 lilin tambahan agar perbedaan gelap-terang dapat dideteksi.

TEKA-TEKI
RANGKAIKAN KATA-KATA INI SEHINGGA
MENJADI RUMUSAN YANG BERMAKNA !!

Belajar Perubahan Yang Permanen
Pengalaman Akibat Relatif Perilaku Adalah.
2. Belajar Adalah Asosiasi Dua Kejadian Antara Membuat Asosiatif
3. Kondisioning proses asosiasi mempelajari adalah.
TIPE BELAJAR

KONDISIONING KLASIKAL

KONDISIONING OPERAN

BELAJAR KOGNITIF

TIGA SISTEM MEMORI

MEMORI SENSORIS

MEMORI JANGKA-PENDEK

MEMORI JANGKA PANJANG
MEMORI SENSORIS
Menyimpan informasi dalam bentuk asli seperti ditangkap oleh pancaindera
Menyimpan informasi dalam jangka waktu sepersekian detik atau detik
Ada memori ikonik (memori visual) dan memori ekoik (memori auditif).
Memori ikonik diteliti oleh Sperling


L H V K

R F Z B

D T C P

Sifat psikologi


OBJEK TERTENTU (MATERIAL & FORMAL)
METODE PENDEKATAN ATAU PENELITIAN TERTENTU
MEMPUNYAI RIWAYAT ATAU SEJARAH TERTENTU
SISTEMATIKA YANG TERATUR
RUANG LINGKUP PSIKOLOGI :
DARI SEGI OBJEK :
PSIKOLOGI YANG MEMPELAJARI MANUSIA
PSIKOLOGI YANG MEMPELAJARI HEWAN
PSIKOLOGI MANUSIA
PSIKOLOGI UMUM :
adalah Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas psikis manusia yang tercermin dalam tingkah laku pada umumnya, yang dewasa, yang normal, dan yang berkultur (tidak terisolasi).
Psikologi umum memandang manusia seakan-akan terlepas dalam hubungan dengan manusia maupun fenomena yang lain.
PSIKOLOGI MANUSIA
PSIKOLOGI KHUSUS :
adalah Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktivitas-aktivitas psikis manusia, hal-hal yang khusus atau menyimpang dari hal-hal yang umum dibicarakan dalam psikologi khusus.
Psikologi khusus berkembang terus sesuai bidang peranan psikologi, sehingga psikologi khusus bersifat praktis/aplikatif.
PSIKOLOGI MANUSIA
PSIKOLOGI TEORITIS : UNTUK PENGEMBANGAN ILMU
PSIKOLOGI PRAKTIS: UNTUK KEBUTUHAN PRAKTIS, PROBLEM SOLVING
Psikologi Khusus
Psikologi konseling & klinis : mendiagnosa dan mentretment individu yang memiliki problem psikologi
Problem bisa berat bisa ringan
Dilakukan oleh psikolog bergelar doktor dengan 3-4 tahun pengalaman kerja dan 1 tahun menekuni kesehatan mental

Psikologi ekperimen : menggunakan metode eksperimen untuk pekerjaannya dan sering untuk penelitian
Yang sering diteiliti adalah tentang sensasi & persepsi, proses kognitif, learning, motivasi, dan emosi

Behavioral neuroscience & comparative psychology : fokus pada proses biologis, khususnya peran otak pada perilaku
Subjek penelitian biasanya binatang
Psikologi komparatif : membandingkan temuan pada binatang dengan manusia


Psikologi perkembangan : concern pada bagaimana manusia menjadi manusia, dari konsepsi hingga mati
Khususnya melihat bagaimana pengaruh kematangan bioligis dengan lingkungan mempengaruhi perkembangan manusia


Psikologi sosial : mempelajari interaksi sosial, hubungan sosial, persepsi sosial dan sikap sosial.
Kita akan paham mengenai perilaku dan mental jika kita memahami bagaimana fungsi manusia dalam kelompok

Psikologi kepribadian : fokus pada ciri sifat dan karakter. Misalnya tentang self-concept, agresif, perkembangan moral, peran gender, pengaruh inner dan outer

Psikologi kesehatan : mempelajari faktor psikologis yang mempengaruhi kesehatan, gaya hidup, stress & coping,

Psikologi komunitas : fokus pada pemberian perhatian kepada kelompok yang membutuhkan bantuan. Misal membentuk program outreach unutk orang-orang yang membutuhkan

Psikologi sekolah dan pendidikan : fokus pada anak-anak yang belajar dan penyesuaian sekolah, memberi rekomendari mengenai penempatan jurusan, rencana sekolah dan pekerjaan, meneliti pengajaran dan belajar

Psikologi industri : fokus pada industri, baik pada indivdunya maupun pada organisasinya, memanage karyawan dan perusahaan

Psikologi lingkungan : mempelajari transasaksi antara individu dengan lingkungan, bagaimana pengaruh setting fisik pada area luas psikologi : persepsi, kognisi, perkembnagan, relais sosial, perilaku abnormal, dan lainnya. Desain ruang/bangunan terhadap persepsi

Psikologi lintas budaya : mempelajari peran budaya terhadap perilaku, pikiran, dan emosi.
Psikologi olahraga :
Dll
PERILAKU
Bentuk perilaku :
Temporer
Permanen
Formulasi  B = f(O,E)
Perilaku dipengaruhi oleh :
Faktor individu
Faktor situasi/lingkungan
Pembentukan perilaku melalui
Pemasakan
Learning
Pemasakan :
Perkembangan fisik dan psikis membentuk perilaku
Learning
Habituasi
Classical conditioning
Operant conditioning
Complex learning

Perilaku
Terjadi karena (faktor yang mempengaruhi):
……..
……….
…………
Scope of Psychology
Dari pengaruh otak – budaya
Terjadinya perilaku lapar
Dipicu oleh rangsang dari organ tubuh dan pemuasannya dipengaruhi faktor budaya
HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU LAIN
Psikologi dengan Biologi
Psikologi dengan Sosiologi
psikologi dengan medicine
Psikologi dengan Ilmu Pengetahuan Alam – ilmu komputer
Psikologi dengan antropologi

Biologi : Ilmu ilmiah yang mempelajari proses dan struktur biologis
Medicine : ilmu ilmiah yang mempelajari kesehatan, penyakit, penyebabnya, dan treatment-nya
Antropologi : ilmu ilmiah yang mempelajari budaya, evolusi, dan variasinya
Sosiologi : ilmu ilmiah yang mempelajari hubungan sosial dan sistemnya
Ilmu komputer : ilmu ilmiah yang mempelajari proses informasi dan manipulasi data
LETAK PSIKOLOGI DALAM SISTEMATIKA ILMU
FILSAFAT : ILMU TERTUA (MENGGUNAKAN RENUNGAN, SPEKULASI)
IPA MEMISAHKAN DIRI (Marx, 1976), membutuhkan hal-hal yang bersifat objektif & positif
ILMU-ILMU YANG LAIN MEMISAHKAN DIRI
PSIKOLOGI MEMISAHKAN DIRI ---> WILHELM WUNDT 1879 YANG MENYELIDIKI KEJIWAAN SECARA EKSPERIMEN --> PSIKOLOGI EMPIRIS
ILMU FISIKA & KIMIA MEMPENGARUHI TIMBULNYA ILMU BIOLOGI
ILMU BIOLOGI : MEMPELAJARI MAKHLUK HIDUP
PSIKOLOGI MEMPELAJARI MANUSIA ---- PERILAKU
ANTROPOLOGI & SOSIAOLOGI JUGA MEMPELAJARI TINGKAH LAKU (Marx, 1976)
Karier dalam Psikologi
Akademik : 34%
Klinik : 24%
Praktek pribadi : 22%
Industri : 12%
Sekolah : 4%
Lainnya : 4%